PENGEMBANGAN TENAGA KEPERAWATAN

PENGEMBANGAN KETENAGAAN KEPERAWATAN

 

  1. Konsep pengembangan staf

Pada umumnya program pengembangan staf ditujukan untuk meningkatkan kompetensi pekerja.

Komponen yang mempengaruhi:

  1. Interest

Adalah factor dimana dengan jalan menarik perhatian individu untuk melihat suatu obyek

  1. Education need

Adalah kebutuhan yang dapat dilihat dan diukur dengan jalan membandingkan kompetensi pekerjaan seseorang dengan kompetensi tertentu yang diharapkan dalam pekerjaan

  1. Informasi learning

Adalah perubahan perilaku baik kogniif maupun psikomotor sebagai respon dari stimulais yang dilakukan oleh guru.

  1. Tujuan
    1. Mengurangi “turn over” dengan meningkatnya rasa profesionalisme
    2. Mengingkatkan produktivitas prganisasi
    3. Menstimulasi aspirasi tingkat tinggi pada pekerja bawahan
    4. Menggerakkan pekerjaan teknikal kea rah praktek professional.

 

  1. PRINSIP DAN PROGRAM
    1. Tanggung  jawab pendidikan berkelanjutan atau professional development terletak pada staf/pekerja sendiri
    2. Pendidikan dan pelatihan à kombinasi antara teori dengan pengalaman à situasi belajar mandiri à informasi dan ketrampilan
    3. Pendidikan dan latihan adalah proses internal, personal dan emosional à metode dan teknik harus mengikutsertakan individu secara pribadi.
    4. Pendidikan akan membuat perubahan perilaku à sulit dicapai à terencana dan berkesinambungan
    5. Proses pembelajaran oorang dewasa à tidak boleh menggunakan metode otoriter à keikutsertaan staf diutamakan
    6. Materi pengajaran lebih suka aplikasi à metode problem base learning lebih cocok
    7. Hal yang paling disukai adalah reward à hal- hal yang positif à langsung diberikan
    8. Kecenderungan situasi belajar yang terintegrasi
    9. Situasi nyata à case study yang sesuai dengan pekerjaan
    10. Support organisasi à perubahan perilaku dan menyiapkan situasi kerja setelah pelatihan
    11. Belajar à fenomena yang aktif à penugasan dengan petunjuk yang terarah à efektif
    12. Peserta heterogen à berbagai metode belajar dan menggunakan media yang memberikan kepuuasan kepada peserta didik.

KUNCI UTAMA yang merupakan kondisi dasar dari “adult learning” (Dolplin 1983) adalah

  1. Motivasi
  2. Minat
  3. Transfer, menerima dan mengingat kembali
  4. Penampilan dan umpan balik

 

  1. AKTIFITAS PENGEMBANGAN STAF

Aktivitas meliputi semua training dan program pendidikan à meningkatkan penampilan kerja dan pengetahuan, ketrampilan

Aktifitas tersebut antara lain:

  1. Induction training

Adalah indoktrinasi singkat yang terstandart à 2- 3 hari untuk menjelaskan tujuan program, perarturan organisasi

  1. Orientasi

Adalah training individu yang ditujukan pada staf yang baru masuk

  1. Inservice training

Termasuk instruksi tentang pekerjaan yang harus dilakukan untuk penampilan kerja petugas

  1. Continuing education à sekolah, pelatihan
  2. CARA MENDISAIN
    1. Pengkajian
      1. Menentukan populasi untuk siapa program dilakukan
      2. Mempelajari karakteristik calon peserta didik
      3. Mempelajari kecenderungan perubahan- perubahan lingkungan
      4. Menanyakan pada calon peserta à wawancara langsung apa yang mereka perlukan à survey dari sampel populasi
      5. Input narasumber
  3. Perencanaan
    1. Menentukan tujuan
    2. Menjelaskan secara obyektif cara untuk mencapai tujuan
    3. Membuat strategi pengajran yang berhubungan dengan tujuan
    4. Merencanakan kriteria evaluasi
  4. Implementasi
    1. Mempelajari rencana yang telah dibuat
    2. Menyiapkan struktur untuk pelaksanaan rencana
    3. Memberikan pengajaran sesuai dengan rencana
    4. Meemberikan feedback dan penilaian dalam pembelajaran
  5. Evaluasi
    1. Menyusun informasi tentang penampilan kerja
    2. Mengukur hasil dibandingkan dengan tujuan dan kompetensi yang diharapkan
    3. Memberikan feedback untuk pengkajian kebutuhan selanjutnya

 

 

 

 

 

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

 

Definisi

Pendidikan dan pelatihan adalah merupakan upaya untuk mengembangkan sumberdaya manusia, terutama untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kepribadian manusia (Notoatmojo, 1998)

Pendidikan (formal) adalah suatu proses pengembangan kea rah yang diinginkan oleh organisasi yang bersangkutan

Pelatihan dibidang keperawatan merupakan salah satu kegiatan pengembangan staf yang bertujuan untuk meningkatkan mutu sumberdaya manusia (perawat) (Gillies, 1996)

Pelatihan adalah pendidikan untuk memperoleh kemahiran atau kecakapan yang menurut kamus besar bahasa Indonesia bertujuan untuk membiasakan diri agar mampu melakukan sesuatu. Untuk mencari prestasi yang baik diperlukan latihan yang terus menerus dan secara continue

Pelatihan adalah merupakan bagian dari suatu proses pendidikan yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan khusus seseorang atau kelompok orang

Pelatihan adalah proses membantu pegawai- pegawai untuk memperoleh efektifitas dalam pekerjaan mereka yang sekarang atau yang akan datang melalui pengembangan kebiasaan fikiran dan tindakan kecakapan, pengetahuan dan sikap

Perbedaan pendidikan dan pelatihan

No

Uraian

Pendidikan

Pelatihan

1

Pengembangan kemampuan

Menyeluruh (overall)

Mengkhususkan (spesifik)

2

Area kemampuan

Kognitif, afektif, psikomotor

Psikomotor

3

Jangka waktu pelaksanaan

Panjang

Pendek

4

Materi yang diberikan

Lebih umum

Lebih khusus

5

Penekanan penggunaan metode belajar mengajar

Konvensional

Inkonvensional

6

Penghargaan akhir proses

Gelar (degree)

Sertifikat (non degree)

 

EFEK PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

  1. Individu à meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan
  2. Organisasi à investasi

PENTINGNYA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BAGI INDIVIDU

 

  1. Mengembangkan pemimpin untuk memperoleh efektifitas pekerjaan perseorangan yang lebih besar
  2. Hubungan antar manusia dalam organisasi yang lebih baik
  3. Meningkatnya kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya

 

PENTINGNYA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BAGI ORGANISASI

  1. Penyesuaian kemampuan dalam jabatan
  2. Meningkatkan produktivitas kerja bagi karyawan
  3. Efektifitas dan efisiensi kerja

 

KOMPONEN- KOMPONEN PELATIHAN

  1. Tujuan dan sasaran pelatihan harus dapat diukur
  2. Pelatih (traineers) harus memiliki kualifikasi yang memadai
  3. Materi pelatihan harus disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai
  4. Metode pelatihan harus sesuai dengan tingkat kemampuan peserta pelatihan
  5. Peserta pelatihan harus memenuhi harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan

 

TUJUAN PELATIHAN

  1. Meningkatkan penghayatan jiwa dan ideology
  2. Meningkatkan produktivitas kerja
  3. Meningkatkan kualitas kerja
  4. Meningkatkan ketetapan perencanaan sumber daya manusia
  5. Meningkatkan sikap moral dan semangat kerja
  6. Meningkatkan rangsangan agar pegawai mampu berprestasi secara maksimal
  7. Meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja
  8. Menghindarkan keusangan (obsolescence)
  9. Meningkatkan perkembangan pegawai

 

FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN

  1. Perbedaan individu pegawai
  2. Hubungan dengan analisa pekerjaan
  3. Motivasi
  4. Partisipasi aktif
  5. Seleksi peserta pelatihan
  6. Metode pelatihan

 

KESIMPULAN:

Program pengembangan ketenagaan harus ditunjang oleh tim akreditasi sehingga semua perencanaan tujuan, perarturan ketenagaan serta penampilan kerja staf perlu dipantau dan dikendalikan sesuai perarturan akreditasi rumah sakit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s