hak

HANDOUT HAK

 

PENGERTIAN HAK

            Hak adalah tuntutan seseorang terhadap sesuatu yang merupakan kebutuhan pribadinya sesuai dengan keadilan, moralitas dan legalitas

HAK DARI SUDUT HUKUM

            Hak mempunyai atau memberi kekuasaan tertentu untuk mengendalikan situasi, misalnya seseorang mempunyai hak untuk masuk restoran dan membeli makanan yang diinginkannya. Dalam hal ini jika ditinjau dari sudut hukum, orang yang bersangkutan mempunyai kewajiban tertentu yang menyertainya yaitu orang tersebut diharuskan atau diwajibkan untuk berperilaku sopan dan membayar makanan tersebut.

HAK DARI SUDUT PRIBADI

Hak dilihat dari sudut pribadi, yang telah disesuaikan dengan perkembangan etis antara lain mengatur kehidupan seseorang berdasarkan konsep benar atau salah, baik atau buruk yang ada di llingkungan tempat ia hidup dan tinggal dalam kurun waktu tertentu.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN KONSEP PRIBADI DARI HAK- HAK SESEORANG

  1. Hubungan sosial dengan keluarga, antar keluarga maupun dengan lingkungan
  2. Pendidikan dari orang tua
  3. Kebudayaan
  4. Informasi yang diperoleh

 

PERANAN HAK

  1. Hak dapat digunakan sebagai pengekspreian kekuasab dalam konflik antara seseorang dengan kelompok

Contoh: seorang dokter mengatakan pada perawat bahwa ia mempunyai hak untuk menginstruksikan pengobatan yang ia inginkan untuk kliennya. Disini terlihat bahwa dokter tersebut mengekspresikan kekuasaanya untuk menginstruksikan pengobatan kepada klien. Hal ini merupakan haknua selaku penanggung jawab medis.

  1. Hak dapat digunakan untuk memberikan pembenaran pada suatu tindakan

Contoh: seorang perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatannya, mendapat kritikan kerena terlalu lama menghabiskan waktunya bersama klien. Perawat tersebut dapat mengatakan bahwa ia mempunyai hak untuk memberikan asuhan keperawatan yang terbaik untuk klien sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Dalam hal ini, perawat tersebut mempunyai hak melakukan asuhan keperawatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien/ klien.

  1. Hak dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan

Seseorang seringkali dapat menyelesaikan perselisihan dengan menuntut hak yang juga dapat diakui oleh orang lain.

Contoh: seorang perawat menyarankan kepada pasien agar tidak keluar ruangan selama hospitalisasi. Pada situasi tersebut, klien marah karena tidak setuju dengan saran perawat dan klien tersebut mengatakan pada perawat bahwa ia juga punya hak untuk keluar dari ruangan bilamana ia mau.

Dalam hal ini, perawat dapat menerima tindakan pasien sepanjang tidak merugikan kesehatan pasien. Bila tidak tercapai kesepakatan karena membatasi pasien, berarti ia mengingkari kebebasan pasien.

 

JENIS- JENIS HAK

Hak terdiri dari 3 jenis yaitu hak kebebasan, hak kesejahteraan dan legislatif

  1. Hak kebebasan

Hak mengenai kebebasan diekspresikan sebagai hak- hak orang untuk hidup sesuai dengan pilihannya dalam batas- batas yang ditentukan. Misalnya seorang perawat wanita yang bekerja di suatu rumah sakit dapat memakai seragam yang diinginkan (haknya) asalkan berwarna putih bersih dan sopan sesuai dengan batas- batas. Dalam contoh tersebut terdapat dua hal penting yaitu sebagai berikut:

  1. Batas- batas kesopanan tersebut merupakan kebijakan rumah sakit
  2. Warna putih dan sopan merupakan norma yang diterapkan untuk perawat
  3. Hak kesejahteraan

Hak yang diberikan secara hukum untuk hal- hal yang merupakan standart keselamatan spesifik dalam suatu bangunan atau wilayah tertentu. Misalnya hak pasien untuk memperoleh asuhan keperawatan, hak penduduk untuk memperoleh air yang bersih, dll.

  1. Hak legislatif

Hak legislatif diterapkan oleh hukum berdasarkan konsep keadilan. Misalnya seorang wanita mempunyai hak legal untuk tidak diperlakukan semena- mena oleh suaminya. Hak legislatif mempunyai empat peranan di masyarakat yaitu membuat perarturan, mengubah perarturan, membatasi moral terhadap perarturan yang tidak adil, memberikan keputusan pengadilan atau menyelesaikan perselisihan.

 

 

 

Hak- hak kelompok khusus

Kelompok khusus adalah:

  1. Individu dengan cacat fisik dan mental
  2. Individu yang akan meninggal
  3. Individu dengan retardasi mental, dengan IQ kurang dari normal (100), debil (74-99), imbisil (50-75) dan idiot (<50)
  4. Wanita hamil
  5. Individu lansia
  6. Anak- anak

 

HAK DAN KEWAJIBAN MENURUT UU RI

Hak- hak individu dengan cacat fisik dan mental

  1. Hak mendapat penghargaan dan martabat sebagai manusia sehingga dapat menikmati kehidupan sepenuhnya dan sebaik mungkin.
  2. Hak sebagai penduduk dan berpolitik sesuai kemauan dan kemampuannya
  3. Hak atas tindakan yang telah diterapkan agar mereka dapat percaya diri
  4. Hak memperoleh tindakan atau pengobatan medis, psikologis, fungsional (penggunaan alat bantu) seperti protesa, rehabilitasi, sosial, pendidikan, dsb, yang memungkinkan dikembangkannya kemampuan dan atau ketrampilan secara maksimal agar dapat mempercepat proses integrasi dan reintegrasi sosial
  5. Hak memperoleh kesejahteraan sosial dan ekonomi pada tingkat kehidupan yang layak (sesuai dengan kemampuannya untuk mendapatkan pekerjaan)
  6. Hak mendapatkan kebutuhan spesifik dan harus dipertimbangkan dalam semua tingkat perencanaan baik sosial atau ekonomi
  7. Hak untuk tinggal bersama keluarga atau orag tua angkat dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial, kreatif atau rekreasi
  8. Hak mendapatkan perlindungan terhadap hal- hal yang menyangkut diskriminasi atau tindakan kejam dari pihak lain
  9. Mereka harus mampu menggunakan kesempatan dan memanfaatkan batuan hukum apabila bantuan tersebut diperlukan untuk pribadi atau mempertahankan hak- hak yang dimiliki
  10. Organisasi orang cacat dapat berkonsultasi kepada instansi atau lembaga terkakit mengenai hal- hal yang menyangkut hak- hak mereka
  11. Orang- orang dengan kecacatan, keluarga dan masyarakat harus diberikan informasi tentang hak- hak mereka

 

HAK- HAK INDIVIDU YANG AKAN MENINGGAL

  1. Hak diperlakukan sebagaimana manusia yang hidup sampai ajal tiba
  2. Hak mempertahankan harapannya tidak peduli apapun perubahan yang terjadi
  3. Hak mendapatkan perawatan yang dapat mempertahankan harapannya apapun perubahan yang terjadi
  4. Hak mengekspresikan perasaan dan emosinya sehubungan dengan kematian yang sedang dihadapinya.
  5. Hak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan perawatannya
  6. Hak memperoleh perhatian dalam pengobatan dan perawatan secara berkesinambungan, walaupun tujuan penyembuhannya harus diubah menjadi tujuan memberikan rasa nyaman
  7. Hak untuk meninggal dalam kesendirian
  8. Hak untuk bebas dari rasa sakit
  9. Hak untuk memperoleh jawaban atas pertanyaanya secara jujur
  10. Hak untuk memperoleh bantuan dari perawat atau medis untuk keluarga yang ditinggalkan agar dapat menerima kematiannya
  11. Hak untuk meninggal dalam damai dan bermartabat
  12. Hak untuk tetap dalam kepercayaan atau agamanya dan tidak diambil keputusan yang bertentangan dengan kepercayaan yang dianutnya
  13. Hak untuk mengharapkan bahwa kesucian raga manusia akan dihormati setelah yang bersangkut meninggal
  14. Hak untuk memperdalam dan meningkatkan kepercayaannya, apapun artinya bagi orang lain
  15. Hak untuk mendapatkan perawatan dari orang yang profesional, yang dapat mengerti kebutuhan dan kepuasan dalam menghadapi kematian.

 

HAK- HAK INDIVIDU DENGAN RETARDASI MENTAL

  1. Hak menunjukan tingkat maksimum dari kemampuannya yang sama dengan orang lain
  2. Hak memperoleh asuhan medis, fisioterapi, pendidikan, latihan, rehabilitasi serta bimbingan yang tepat yang sesuai dengan kemampuan dan potensial yang maksimal
  3. Hak memperoleh standart hidup yang layak dan keamanan dalam hal ekonomi dan berhak melakukan pekerjaan yang produktif sesuai dengan kemampuannya.
  4. Hak untuk tinggal bersama keluarga atau orang tua angkat dan berpartisipasi dalam berbagai bentuk kehidupan dalam masyarakat secara layak, bila mungkin
  5. Hak atas penjagaan apabila diperlukan untuk melindungi diri dan kepentingannya
  6. Hak mendapatkan perlindungan atas tindakan kekerasan, apabila dituntut atas suatu pelanggaran, ia berhak mendapatkan pertimbangan hukum dan pengakuan penuh terhadap tanggung jawab mentalnya.
  7. Apabila mereka tidak mempunyai kemampuan karena keadaan cacatnya yang berat, mereka dapat dilatih untuk memahami hak mereka melalui prosedur yang berlaku yang didasarkan pada evaluasi seorang ahli.
  8. Hak memperoleh perawatan, bila diperlukan, dari orang yang berpengetahuan dan mengerti akan kebutuhannya serta dapat membantu dalam menghadapi kesulitan memperoleh pengakuan terhadap dirinya.

 

HAK- HAK WANITA HAMIL

  1. Wanita hamil berhak memperoleh informasi tentang obat yang diberikan kepadanya dan pelaksanaan prosedur oleh petugas kesehatan yang merawatnya, terutama yang berkaitan dengan efek- efek yang mungkin terjadi secara langsung maupun tidak langsung, resiko bahaya yang mungkin terjadi secara langsung maupun tidak langsung, resiko bahaya yang mungkin terjadi pada diri atau bayinya selama masa kehamilan, melahirkan dan laktasi.
  2. Wanita hamil berhak untuk mendapatkan informasi tentang hal- hal yang menyangkut persiapan kelahiran dan cara- cara mengatasi ketidaknyamanan dan stress serta informasi sedini mungkin tentang kehamilan.
  3. Wanita hamil berhak untuk mendapatkan informasi tentang obat- obatan yang diberikan kepadanya serta pengaruhnya secara langsung maupun tidak langsung terhadap bayi yang dikandungnya.
  4. Wanita hamil yang akan dioperasi cesar, sebaiknya diberi premedikasi sebelum operasi
  5. Wanita hamil berhak untuk memperoleh informasi pengaruh terhadap fisik, mental, maupun neurologis terhadap pertumbuhan bayinya.
  6. Wanita hamil berhak untuk mengetahui nama obat dan nama pabriknya, bila diperlukan, sehingga dapat memberikab keterangan kepada petugas yang profesional bila terjadi reaksi terhadap obat tersebut.
  7. Waita hamil berhak untuk membuat keputusan tentang diterima atau ditolaknya suatu terapi yang dianjurkan setelah mengetahui kemungkinan resiko yang akan terjadi pada dirinya, tanpa tekanan dari pihak lain.
  8. Wanita hamil berhak untuk mengetahui nama dan kualifikasi orang yang memberikan obat atau melakukan prosedur selama melahirkan
  9. Wanita hamil berhak untuk memperoleh informasi tentang keuntungan suatu prosedur bagi bayi dan dirinya sesuai indikasi medis
  10. Wanita hamil berhak untuk didampingi oleh orang yang merawatnya selama dalam stress persalinan
  11. Setelah melakukan konsultasi medis, wanita hamil berhak untuk memilih posisi melahirkan yang tidak menimbulkan stress bagi diri sendiri maupun dirinya
  12. Wanita hamil berhak untuk meminta agar perawatan bayinya dilakukan satu kamar dengannya, bila bayinya normal dan dapat memberi minum bayinya sesuai kebutuhan dan bukan menurut aturan rumah sakit.
  13. Wanita hamil berhak untuk mendapatkan informasi tentang orang yang menolong persalinannya serta kualifikasi profesionalnya untuk kepentingan surat keterangan kelahiran
  14. Wanita hamil berhak untuk mendapatkan informasi tentang kondisi diri sendiri dan bayinya yang dapat menimbulkan masalah atau penyakitnya di kemudian hari.
  15. Wanita hamil berhak atas dokumen lengkap tentang diri dan bayinya termasuk catatan perawat yang disimpan dalam kurun waktu tertentu.
  16. Wanita hamil berhak untuk menggunakan dokumen medis lengkap, termasuk catatan perawat dan bukti pembayaran selama dirawat di rumah sakit

 

HAK INDIVIDU LANSIA

  1. Hak untuk diperlakukan sebagai manusia yang mempunyai harga diri dan martabat
  2. Hak menikmati kehidupan pada masa tua, tanpa tekanan
  3. Hak mendapatkan perlindungan dari keluarga dan instansi yang berwenang
  4. Hak mendapatkan perawatan dan pengobatan yang optimal
  5. Hak untuk tinggal di lingkungan kerja atau panti, bila ia menginginkannya
  6. Hak memperoleh pendidikan yang dibutuhkannya untuk menghabiskan sisa hidupnya, misalnya pendidikan agama dan sebagainya
  7. Hak berekreasi dan mengatur hobinya, bila diinginkan
  8. Hak untuk dihargai dan menghargai dirinya dan orang lain
  9. Hak menerima kasih sayang dari anak, keluarga dan masyarakat

 

HAK ANAK

            UU RI no 23 tahun 1992 tentang kesehatan, BAB V Upaya Kesehatan  pasal 7 ayat 1 dan 2 :

Ayat 1: kesehatan anak diselenggarakan untuk mewujudkan pertumbuhan dan perkembangan anak

Ayat 2: kesehatan anak dilakukan melakukan peningkatan kesehatan anak dalam kandungan, masa bayi, usia pra sekolah dan usia sekolah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s