pemeriksaan fisik

PEMERIKSAAN FISIK KEPERAWATAN

1.1 PEMERIKSAAN FISIK PADA BAYI DAN ANAK

1.1.1 PENGKAJIAN UMUM
A. NON VERBAL
• Menulis
– Cocok untuk older child
– Menuliskan perasaan yg tdk mungkin diungkapkan
– Sarankan: diary, surat yg tdk di post-kan
• Menggambar
– Merupakan proyeksi perasaan anak
– Menggambar spontan dan menggambar terarah
• Magis
– Untuk pendekatan pd anak
– Meningkatkan penerimaan thd intervensi: metode efektif untuk distraksi

• Bermain
– Memproyeksikan diri anak
– Bermain spontan dan bermain terarah

B. PERSIAPAN PADA ANAK SESUAI TNGKAT TUMBANG
1. Infant
– Kedekatan dengan orang tua
 libatkan orang tua dalam prosedur bila memungkinkan
– Cemas thd orang asing
 tetapkan orang yg memberikan pelayanan
– Fase sensori motor
 gunakan terapi sentuhan
– Peningkatan kontrol otot
 jauhkan objek yg berbahaya dari jangkauan

– Imitasi
 model tingkah laku
2. Toddler
– Pemikiran egosentrik
jelaskan prosedur sesuai dengan yg dilihat, didengar, dirasa
– Negativistik
gunakan teknik distraksi
– Animisme
jauhkan obyek yang menakutkan dari anak
– Keterbatasan bahasa
berikan hanya satu petunjuk pd suatu saat
– Keterbatasan konsep waktu
katakan pd anak bila prosedur telah selesai
– Berusaha utk bebas
berikan alternatif bila memungkinkan

3. Preschool
 Egosentrik à biarkan anak bermain dgn miniatur peralatan
 Meningkatnya kemampuan berbahasa à anjurkan anak untuk mengatakan perasaan
 Keterbatasan thd konsep waktu à berikan sesi pend-kes yg lebih lama
 Menganggap sakit dan dirawat sbg hukuman à klarifikasi setiap prosedur yg dilakukan
 Animisme à simpan peralatan, kecuali yg digunakan oleh anak
 Takut tubuhnya rusak à tentukan bagian yg akan dilakukan prosedur pd boneka
 Berusaha utk memberi inisiatif à libatkana anak dlm prosedur bila memungkinkan

4. School Age
– Meningkatnya kemampuan berbahasa à jelaskan prosedur dgn menggunakan diagram yg sederhana
– Meningkatnya konsep waktu à rencanakan sesi belajar yg > lama
– Meningkatnya kontrol diri à katakan pd anak apa yg diharapkan
– Berusaha menghasilkan sesuatu à berikan tgg jwb u/tugas sederhana
– Mengembangkan hubungan dengan teman à berikan privacy selama prosedur

C. INTERVENSI KHUSUS DALAM KEPERAWATAN ANAK
a.Konsep Umum Prosedur PeSurat ijin tindakan Pediatrik
1. Persiapan prosedur
– Persiapan psikologis
– Persiapan fisik
– Penampilan prosedur
– Support setelah prosedur
– Bermain dalam prosedur
2. Prosedur pembedahan
– Pre-operative care
– Post-operative care
3. Surat Ijin Tindakan (Informed Consent)
Aspek legal dan etik
• Klien mengerti:
– Tujuan tindakan
– Risiko yg timbul
– Keuntungan yg didapat
– Alternatif tindakan
– Risiko bila tindakan tidak dilakukan
• SIT valid bila:
– Individu bisa memberikan ijin, usia sesuai
– Individu menerima informasi untuk membuat keputusan yg tepat
Individu memutuskan tanpa paksaan
b. Prosedur yg membutuhkan SIT:
– Pembedahan mayor
– Pembedahan minor
– Test diagnostik yang beresiko
– Tindakan yg beresiko
– Pengambilan foto
– Memindahkan klien
– Pemeriksaan post mortem
– Pemberian informasi medik
c. Persiapan Prosedur
• Persiapan psikologis
• Bina rasa percaya dan berikan support
• Pertimbangkan kehadiran orang tua
• Berikan penjelasan
• Persiapan fisik
• Penampilan prosedur
• Tingkatkan percaya diri
• Libatkan anak
• Berikan distraksi
• Support setelah prosedur
• Fasilitasi ekspresi perasaan
• Berikan pujian pd anak
• Bermain dalam prosedur
d. Petunjuk Untuk Mempersiapkan Anak Yang Akan Dilakukan Prosedur
1. Tentukan & perhatikan prosedur yg akan dilakukan
2. Review tingkat pengetahuan ortu & anak
3. Rencanakan pengajaran sesuai usia perkembangan anak dan faktor pendidikan
4. Kerja sama dgn ortu dlm pengajaran, khususnya jika partisipasi direncanakan dlm perawatan
5. Informasikan kpd ortu tentang perannya selama prosedur, spt berdiri dekat kepala anak dlm garis pandangan dan bicara lembut pd anak
6. Saat menyiapkan anak & keluarga, ijinkan utk mendiskusikan semua utk mencegah kelebihan informasi dan meyakinkan umpan balik yg adekuat
7. Gunakan gambar yg konkrit/bukan abstrak utk mendeskripsikan prosedur dan tandai anggota tubuh yang berkenaan dgn prosedur
8. Jika anggota tubuh yg berkenaan terkait dgn fungsi ttt tekankan pd perubahan yg mgkn terjadi atau yakinkan tdk ada bagian lain yg terkena
9. kata-kata yg tepat sesuai dgn pemahaman anak
Hindari kata atau frase yg mempunyai makna mendua
Klarifikasikan kata-kata yg tdk familier spt anestesi adalah tidur khusus
10. Yakinkan atau jelaskan tentang aspek sensori yg akan dirasakan, dilihat, disentuh, dan apa yg bisa dilakukan anak selama prosedur
11. Ijinkan anak utk mempraktekkan prosedur agar anak dpt kooperatif selama prosedur spt menekan, nafas dalam, meniup spirometer dll
12. Kenali kecemasan anak selama prosedur seperti injeksi preoperasi
13. Jujurlah pd anak tentang aspek yg tdk menyenangkan dari prosedur tetapi hindari menciptakan perhatian yg tdk semestinya dan ini sifatnya individual sekali
14. Yakinkan akhir prosedur yg menyenangkan spt plg, bertemu ortu dll
15. Tekankan pd keuntungan prosedur spt jika tonsil diangkat à tidak ngorok
e. Prosedur Pembedahan
Perawatan preoperatif
Yang menyebabkan ansietas:
– ijin
– Test darah
– Sore hari sebelum pembedahan
– Pre medikasi
– Sebelum dan selama transportasi ke ruang operasi
– Kembali dari “recovery room”
Perawatan postoperatif

1.1.2 PEMERIKSAAN FISIK PADA BAYI
 Bayi baru lahir, 24 jam setelah lahir, & akan pulang dari RS
 Hal – hal yang perlu dilakukan :
1. Keadaan telanjang di bawah lampu terang shg bayi tdk mudah kehilangan panas / lepaskan pakaian hanya pd daerah yg diperiksa
2. Lakukan prosedur secara berurutan dr kepala ke kaki atau lakukan prosedur yg memerlukan observasi ketat lebih dahulu, ex: paru, jantung & abdomen
3. Lakukan prosedur yg mengganggu bayi, seperti pemeriksaan refleks pada tahap akhir
4. Bicara lembut, pegang tangan bayi di atas dadanya atau lainnya
a. PENILAIAN APGAS SCORE
 Tujuan : menilai kemampuan (laju jantung, bernafas, refleks & warna kulit), kekuatan tonus otot
 Lakukan penilaian Apgar score
a. Adaptasi baik : skor 7 – 10
b. Adaptasi ringan-sedang: skor 4 –6
c. Adaptasi berat : skor 0 – 3
Penilaian Apgar Score
Tanda 0 1 2
Frekuensi jantung Tidak ada 2000 ml bayi
 Oligohidramnion : < 500 Ml

c. PEMERIKSAAN PLASENTA
 Tujuan : menentukan keadaan / kondisi plasenta
 Meliputi : ada tidaknya pengapuran, nekrosis, berat & jumlah korion
 Penting u/ menentukan kembar identik

d. PUSAT PEMERIKSAAN TALI
 Tujuan : menilai ada tidaknya kelainan dalam tali pusat
 Ex : ada tidaknya vena dan arteri, tali simpul pada tali pusat, dll

e. PENGUKURAN ANTROPOMETRI
Cara :
1. Lakukan pengukuran BB, PB, lingkar kepala & lingkar dada
2. Lakukan penilaian hasil pengukuran :
a. BB normal : 2500 – 3500 gram, BB 3500 gram : macrosmia
b. PB normal : 45 – 50 cm
c. Lingkar kepala : 33 – 35 cm
d. Lingkar dada : 30 – 33 cm, jk diameter kepala > 3 cm dari lingkar dada maka bayi mengalami hidrocephalus & keras dr pd org dewasa.
– S3 normal, S4 tidak dianggap normal.
– TD 40–50 mmHg(sistole),4mgu= 80 sitole & 40 diastole.
Pada Infan:
– HR = 80 – 160 x/mnt. Sedikit irreguler.
– Keadaan normal 3 bunyi jantung.
– TD = 70 – 80 mmHg.
Children (anak kecil).
– HR : 2 th = 80 – 130 x/mnt. irregular
3 – 5 th. = 80 – 120 x/mnt.
– Splitting S2 (ICS 2)
– TD tua = 60 – 100 x/mnt.

j. PEMERIKSAAN ABDOMEN
Cara :
1. Lakukan inspeksi bentuk abdomen. Apabila abdomen membuncit kemungkinan disebabkan hepatosplenomegali atau cairan di dalam rongga perut dan adanya kembung
2. Lakukan auskultasi adanya bising usus
3. Lakukan perabaan hati. Umumnya teraba 2-3 cm di bawah arkus kosta kanan. Limpa teraba 1 cm di bawah arkus kosta kiri
4. Lakukan palpasi ginjal, dg cara atur posisi telentang dan tungkai bayi dilipat agar otot – otot didinding perut dalam keadaan relaksasi. Batas bawah ginjal dapat diraba setinggi umbilikus diantara garis tengah dan tepi perut. Bagian ginjal dapat diraba sekitar 2-3 cm, adanya pembesaran pada ginjal dapat disebabkan oleh neoplasma, kelainan bawaan atau trombosis vena renalis

k. PEMERIKSAAN TULANG BELAKANG DAN EKSTREMITAS
Cara :
1. Letakkan bayi dalam posisi tengkurap, raba sepanjang tulang belakang u/ mencari ada tidaknya kelainan, ex skoliosis, meningokel, spina bifida, dll
2. Amati pergerakan ekstremitas. u/ mengetahui adanya kelemahan, kelumpuhan, & kelainan bentuk jari

l.PEMERIKSAAN GENETALIA
1. Lakukan inspeksi pada genitalia wanita, ex : keadaan labiominora, labiomayora, lubang uretra, & lubang vagina
2. Lakukan inspeksi pd genitalia laki2, ex : keadaan penis, ada tidaknya hipospadia (defek di bagian ventral ujung penis atau defek sepanjang penis) & epispadia (defek pd dorsum penis)

m.PEMERIKSAAN ANUS DAN REKTUM
Cara :
1. Lakukan inspeksi pada anus dan rektum, u/ menilai adanya kelainan atresia ani atau posisi anus
2. Lakukan inspeksi ada tidaknya mekonium (umumnya keluar pd 24 jam). Apabila ditemukan dlm waktu 48 jam belum keluar mk kemungkinan adanya mekonium plug syndrome, megakolon atau obstruksi sal pencernaan

n. PEMERISAAN REFLEKS
PEMERIKSAAN REFLEKS CARA PENGUKURAN KONDISI NORMAL KONDISI PATOLOGIS
Berkedip
Sorotkan cahaya ke mata bayi

Tidak adanya refleks menunjukkan adanya gangguan neurologi berat

Jk tdk dijumpai menunjukkan kebutaan

Tanda babinski
Gores telapak kaki sepanjang tepi luar, dimulai dr tumit
Jari kaki mengembang & ibu jari kaki dorsofleksi, dijumpai s/d umur 2 tahun
Bila pengembangan jari kaki dorsofleksi stlh umur 2 th adanya tanda lesi ekstrapiramidal

Merangkak
Letakkan bayi tengkurap diatas permukaan yg ra Bayi membuat gerakan merangkak dg lengan & kaki bila diletakkan pd abdomen
Apabila gerakan tdk simetris adanya tanda2 neurologi

Menari/ melangkah Pegang bayi tengkurap diatas permukaan yg rata
Kaki akan bergerak ke atas dan ke bawah bila sedikit disentuhkan ke permukaan keras, dijumpai pd 4–8 mgg pertama
Refleks menetap melebihi 4-8 mgg mrpkn keadaan abnormal

Ekstrusi
Sentuh lidah dg ujung spatel lidah
Lidah ekstensi ke arah luar bila disentuh, dijumpai pd umur 4 bulan
Ekstensi lidah yg persisten adanya sindrom Down

Galant’s

Goes punggung bayi sepanjang sisi tulang belakang dr bahu sampai bokong
Punggung bergerak ke arah samping bila distimulasi, dijumpai pd 4-8 mgg pertama
Tidak adanya refleks menunjukkan lesi medula spinalis transversa

Moro’s
Ubah posisi dg tiba2 atau pukul meja/ tempat tidur
Lengan ekstensi, jari2 mengembang, kepala terlempar ke belakang, tungkai sedikit ekstensi. Lengan kembali ke tengah dg tangan menggenggam tl. Blkg & ekstremitas bwh ekstensi. Lbh kuat selama 2 bln menghilang pd umur 3-4 bln
Refleks yg menetap > 4bln adanya kerusakan otak, respon tdk simetris adanya hemiparesis, fraktur klavikula / cedera fleksus brachialis, tdk ada respon ekstremitas awah adanya dislokasi pinggul / cedera medula spinalis
Neck Righting
Menggenggam (palmar grasp)
Letakkan bayi dlm posisi telentang, bahu & badan kmd pelvis berotasi
Bila bayi telentang, bahu & badan kmd pelvis berotasi kearah dimana bayi diputar & dijumpai selama 10 bulan pertama
Tdk ada refleks atau efleks menetap > 10bln menunjukkan adanya gangguan siste saraf pusat
Rooting
Gores sudut mulut bayi garis tengah bibir
Bayi memutar ke arah pipi yg digores, refleks ini menghilang pd umur 3 – 4 bulan ttp bisa menetap s/d umur 12 bulan khususnya selama tidur
Tidak adanya refleks menunjukkan adanya gangguan neurologi berat

Kaget (startle)
Bertepuk tangan dg keras

Bayi mengekstensi & memfleksi lengan dlm berespon thd suara yg keras, tangan tetap rapat, refleks ini akan menghilang setelah umur 4 bul Tidak adanya refleks menunjukkan adanya gangguan pendengaran

Menghisap
Berikan bayi botol dan dot
Bayi menghisap dg kuat dlm berespon thd stimulasi, refleks ini menetap selama masa bayi & mungkin terjadi selama tidur tanpa stimulasi Refleks yg lemah atau tdk ada menunjukkan kelambatan perkembangan atau keadaan neurologi yg abnormal

Tonic neck
Putar kepala dengan cepat
Bayi melakukan perubahan posisi bila kepala diputar ke satu sisi, lengan & tungkai ekstensi ke arah sisi putaran ke kepala & fleksi pd sisi yg berlawanan, normalnya refleks ini tdk terjadi setiap kali kepala diputar. Tampak kira2 pd umur 2 bulan & menghilang pd umur 6 bulan

Tidak normal bila respon terjadi setiap kepala diputar,
jika
menetap adanya kerusakan serebral mayor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s