PERAN KELUARGA DALAM PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK

PERAN KELUARGA DALAM PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK

Oleh : Apriyani Puji Hastuti, S.Kep Ners

 

          Keluarga merupakan unsure penting dalam perawatan anak mengingat anak mengingat anak bagian dari keluarga. Kehidupan anak ditentukan oleh lingkungan keluarga, untuk itu keperawatan anak harus mengenal keluarga sebagai tempat tinggal atau sebagai konstanta tetap dalam kehidupan anak. Sebagai perawat, dalam memberikan pelayanan keperawatan anak, harus mampu memfassilitasi keluarga dalam berbagai bentuk pelayanan kesehatan baik berupa pemberian tindakan keperawatan langsung maupun pemberian tindakan keperawatan langsung maupun pemberian pendidikan kesehatan pada anak. Selain itu keperawatan anak perlu memperhatikan kehidupan social, budaya dan ekonomi dari keluarga dapat  menentukan pola kehidupan anak selanjutnya factor- factor tersebut sangat menentukan perkembangan anak dalam kehidupan anak dalam kehiduoan di masyarakat.

          Perawat yang bertindak sebagai pemberi pelayanan keperawatan hendaknya berfokus pada keluarga, dengan memperhatikan kemampuan dalam menentukan kekuatan dan kelemahan sebab kekuatan dan kelemahan, dari keluarga tersebut dapat dijadikan acuan dalam pemberian pelayanan keperawatan. Kekuatan dan kelemahan keluarga tersebut dapat juga berupa fasilitas keluarga dalam merawat anak, tingkat pengetahuan, tingkat ekonomi, peran atau bentuk keluarga itu sendiri.

 

PENGERTIAN KELUARGA

Definisi keluarga dikemukakan oleh beberapa ahli :

a. Reisner (1980)

Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang

masing-masing mempunyai hubungan kekerabatan yang terdiri dari bapak, ibu,

adik, kakak, kakek dan nenek.

b. Logan’s (1979)

Keluarga adalah sebuah sistem sosial dan sebuah kumpulan beberapa komponen yang saling berinteraksi satu sama lain.

c. Gillis (1983)

Keluarga adalah sebagaimana sebuah kesatuan yang kompleks dengan atribut yang dimiliki tetapi terdiri dari beberapa komponen yang masing-masing mempunyai

arti sebagaimana unit individu.

d. Duvall

Keluarga merupakan sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial dari tiap anggota.

e. Bailon dan Maglaya

Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah, perkawinan, atau adopsi, hidup dalam satu rumah tangga, saling berinteraksi satu sama lainnya dalam perannya dan menciptakan dan mempertahankan suatu budaya.

f. Johnson’s (1992)

Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang mempunyai hubungan darah yang sama atau tidak, yang terlibat dalam kehidupan yang terus menerus, yang tinggal dalam satu atap, yang mempunyai ikatan emosional dan mempunyai kewajiban antara satu orang dengan orang yang lainnya.

Lancester dan Stanhope (1992)

Dua atau lebih individu yang berasal dari kelompok keluarga yang sama atau yang

berbeda dan saling menikutsertakan dalam kehidupan yang terus menerus, biasanya

bertempat tinggal dalam satu rumah, mempunyai ikatan emosional dan adanya

pembagian tugas antara satu dengan yang lainnya.

h. Jonasik and Green (1992)

Keluarga adalah sebuah sistem yang saling tergantung, yang mempunyai dua sifat (keanggotaan dalam keluarga dan berinteraksi dengan anggota yang lainnya).

i. Bentler et. Al (1989)

Keluarga adalah sebuah kelompok sosial yang unik yang mempunyai kebersamaan seperti pertalian darah/ikatan keluarga, emosional, memberikan perhatian/asuhan,

tujuan orientasi kepentingan dan memberikan asuhan untuk berkembang.

j. National Center for Statistic (1990)

Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang berhu bungan dengan kelahiran, perkawinan, atau adopsi dan tinggal bersamadalam satu rumah.

k. Spradley dan Allender (1996)

Satu atau lebih individu yang tinggal bersama, sehingga mempunyai ikatan emosional, dan mengembangkan dalam interelasi sosial, peran dan tugas.

l. BKKBN (1992)

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami istri dan anaknya, atau ayah dengan anaknya, atau ibu dengan anaknya.

 

Istilah dalam keluarga

  • · Keluarga Sejahtera

Keluarga yang dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan material yang layak, bertakwa kepada TYME, memiliki hubungan serasi, selaras, dan seimbang antar anggota dan antar keluarga dengan masyarakat dan lingkungan.

Menurut Kantor Menteri Negara Kependudukan/BKKBN (1996), tahapan

keluarga sejahtera terdiri dari:

Prasejahtera

Keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal atau belum seluruhnya terpenuhi seperti:spiritual, pangan, sandang, papan, kesehatan dan KB

Sejahtera I

Keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, tetapi

belum dapat memenuhi kebutuhan sosial psikologisnya seperti kebutuhan akan

pendidikan, KB, interaksi dalam keluarga, interaksi lingkungan tempat tinggal, dan

transportasi.

Sejahtera II

Keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dan kebutuhan social psikologisnya tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan pengembangan, seperti

kebutuhan untuk menabung dan memperoleh informasi

Sejahtera III

Keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar, sosial psikologis dan

pengembangan, tetapi belum dapat memberikan sumbangan yang teratur bagi

masyarakat atau kepedulian sosialnya belum terpenuhi seperti sumbangan materi,

dan berperan aktif dalam kegiatan masyarakat

Sejahtera III plus

Keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar, sosial psikologis dan

pengembangan, dan telah dapat memberikan sumbangan yang teratur dan

berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan atau memiliki kepedulian sosial

yang tinggi.

Keluarga Berencana

Upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan

usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga,

peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia

dan sejahtera.

Kualitas keluarga

Kondisi keluarga yang mencakup aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial

budaya, kemandirian keluarga, dan mental spiritual serta nilai-nilai agama yang

merupakan dasar untuk mencapai keluarga sejahtera.

Kemandirian keluarga

Sikap mental dalam hal berupaya meningkatkan kepedulian masyarakat dalam

pembangunan, mendewasakan usia perkawinanan, membina dan meningkatkan

ketahanan keluarga, mengatur kelahiran dan mengembangkan kualitas dan

keejahteraan keluarga, berdasarkan kesadaran dan tanggungjawab.

Ketahanan Keluarga

Kondisi dinamik sebuah keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta

mengandung kemampuan fisik-material dan psikis-mental spiritual guna hidup

mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam

meningkatkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin.

NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera)

Suatu nilai yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan sosial budaya yang

membudaya dalam diri pribadi, keluarga, dan masyarakat, yang berorientasi kepada

kehidupan sejahtera dengan jumlah anak ideal untuk mewujudkan kesejahteraan

lahir dan kebahagiaan batin.

 

TIPE/ BENTUK KELUARGA

a. Tradisional

  • · The Nuclear family (keluarga inti)

Keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak

  • · The dyad family

Keluarga yang terdiri dari suami dan istri (tanpa anak) yang hidup bersama dalam

satu rumah.

  • · Keluarga usila

Keluarga yang terdiri dari suami dan istri yang sudah tua dengan anak yang sudah

memisahkan diri.

  • · The childless family

Keluarga tanpa anak karena terlambat menikah dan untuk mendapatkan anak

terlambat waktunya yang disebabkan karena mengejar karier/pendidikan yang

terjadi pada wanita.

  • · The extended family

Keluarga yang terdiri dari dari tiga generasi yang hidup bersama dalam satu rumah,

seperti nuclear family disertai: paman, tante, orang tua (kakek-nenek), keponakan

  • · The single parent famili

Keluarga yang terdiri dari satu orang tua (ayah atau ibu) dengan anak,

hal ini terjadi biasanya melalui proses perceraian, kematian dan ditinggalkan

(menyalahi hukum pernikahan)

  • · Commuter family

Kedua orang tua bekerja di kota yang berbeda, tetapi salah satu kota tersebut

sebagai tempat tinggal dan orang tua yang bekerja di luar kota bisa berkumpul

pada anggota keluarga pad saat ”weekend”

  • · Multigenerational family

Keluarga dengan beberapa generasi atau kelompok umur yang tinggal bersama

dalam satu rumah.

  • · Kin-network family

Beberapa keluarga inti yang tinggal dalam satu rumah atau saling berdekatan dan

saling menggunakan barang-barang dan pelayanan yang sama (contoh: dapur,

kamar mandi, televisi, telepon,dll)

  • · Blended family

Duda atau janda (karena perceraian) yang menikah kembali dan membesarkan

anak dari perkawinan sebelumnya.

  • · The single adult living alone/single adult family

Keluarga yang terdiri dari orang dewasa yang hidup sendiri karena pilihannya atau

perpisahan (perceraian atau ditinggal mati)

b. Non-Tradisional

  • · The unmarried teenage mother

Keluarga yang terdiri dari orang tua (terutama ibu) dengan anak dari hubungan

tanpa nikah

  • · The stepparent family

Keluarga dengan orang tua tiri

  • · Commune family

Beberapa pasangan keluarga (dengan anaknya) yang tidak ada hubungan saudara

yang hidup bersama dalam satu rumah, sumber dan fasilitas yang sama,

pengalaman yang sama, sosialisasi anak dengan melalui aktivitas

kelompok/membesarkan anak bersama.

  • · The nonmarital heterosexsual cohabiting family

Keluarga yang hidup bersamaberganti-ganti pasangan tanpa melalui pernikahan.

Gay and lesbian families

Seseorang yang mempunyai persamaan sex hidup bersama sebagaimana ”marital

pathners”

  • · Cohabitating couple

Orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan pernikahan karena beberapa alasan

tertentu

  • · Group-marriage family

Beberapa orang dewasa yang menggunakan alat-alat rumah tangga bersama, yang

saling merasa telah saling menikah satu dengan yang lainnya, berbagi sesuatu

termasuk sexsual dan membesarkan anak.

  • · Group network family

Keluarga inti yang dibatasi oleh set aturan/nilai-nilai, hidup berdekatan satu sama

lain dan saling menggunakan barang-barang rumah tangga bersama, pelayanan,

dan bertanggung jawab membesarkan anaknya

  • · Foster family

Keluarga menerima anak yang tidak ada hubungan keluarga/saudara di dalam

waktu sementara, pada saat orang tua anak tersebut perlu mendapatkan bantuan

untuk menyatukan kembali keluarga yang aslinya.

  • · Homeless family

Keluarga yang terbentuk dan tidak mempunyai perlindungan yang permanen

karena krisis personal yang dihubungkan dengan keadaan ekonomi dan atau

problem kesehatan mental.

  • · Gang

Sebuah bentuk keluarga yang destruktif dari orang-orang muda yang mencari

ikatan emosional dan keluarga yang mempunyai perhatian tetapi berkembang

dalam kekerasan dan kriminal dalam kehidupannya.

Menurut Kamanto Sunarto (1993:159-160), keluarga dapat dibedakan menjadi

beberapa bentuk.

1. Berdasarkan keanggotaannya, terdiri dari keluarga batih dan keluarga luas.

2. Berdasarkan garis keturuan, terdiri atas keluarga patrilineal, keluarga

matrilineal, dan keluarga bilateral.

3. Berdasarkan pemegang kekuasaannya, terdiri dari keluarga patriarhat, keluarga

matriarhat, dan keluarga equalitarian.

Berdasarkan bentuk perkawinan, terdiri atas keluarga monogami, keluarga

poligami, dan keluarga poliandri.

5. Berdasarkan status sosial ekonomi, terdiri atas keluarga golongan rendah,

keluarga golongan menengah, dan keluarga golongan tinggi.

6. Berdasarkan keutuhan, terdiri atas keluarga utuh, keluarga pecah atau bercerai,

dan keluarga pecah semu.

 

STRUKTUR DAN FUNGSI KELUARGA

Struktur dan fungsi merupakan hal yang berhubungan erat dan terus menerus

berinteraksi satu sama lain. Struktur didasarkan pada organisasi, yaitu perilaku

anggota keluarga dan pola hubungan dalam keluarga. Hubungan yang ada dapat

bersifat kompleks, misalnya seorang wanita bisa sebagai istri, sebagai ibu, sebagai

menantu, dll yang semua itu mempunyai kebutuhan, peran dan harapan yang berbeda.

Pola hubungan itu akan membentuk kekuatan dan struktur peran dalam keluarga.

Struktur keluarga dapat diperluas dan dipersempit tergantung dari kemampuan dari

keluarga tersebut untuk merespon stressor yang ada dalam keluarga. Struktur keluarga

yang sangat kaku atau sangat fleksibel dapat mengganggu atau merusak fungsi

keluarga.

Fungsi keluarga yang berhubungan dengan struktur:

a. Struktur egalisasi : masing-masing keluarga mempunyai hak yang sama dalam

menyampaikan pendapat (demokrasi)

b. Struktur yang hangat, menerima dan toleransi

c. Struktur yang terbuka, dan anggota yang terbuka : mendorong kejujuran dan

kebenaran (honesty and authenticity)

d. Struktur yang kaku : suka melawan dan tergantung pada peraturan

e. Struktur yang bebas : tidak adanya aturan yang memaksakan (permisivenes)

f. Struktur yang kasar : abuse (menyiksa, kejam dan kasar)

g. Suasana emosi yang dingin (isolasi, sukar berteman)

h. Disorganisasi keluarga (disfungsi individu, stress emosional)

a. Struktur Keluarga

Menurut Friedman (1988) struktur keluarga terdiri atas:

  1. Pola dan Proses Komunikasi

Komunikasi dalam keluarga ada yang berfungsi dan ada yang tidak, hal ini bisa

disebabkan oleh beberapa faktor yang ada dalam komponen komunikasi seperti :

sender, chanel-media, massage, environtment dan reciever.

Komunikasi dalam keluarga yang berfungsi adalah:

1). Karakteristik pengirim yang berfungsi

  • · Yakin ketika menyampaikan pendapat
  • · Jelas dan berkualitas
  • · Meminta feedback
  • · Menerima feedback

2). Pengirim yang tidak berfungsi

  • · Lebih menonjolkan asumsi (perkiraan tanpa menggunakan dasar/data yang

obyektif)

  • · Ekspresi yang tidak jelas (contoh: marah yang tidak diikuti ekspresi wajahnya)
  • · Jugmental exspressions, yaitu ucapan yang memutuskan/menyatakan sesuatu yang

tidak didasari pertimbangan yang matang. Contoh ucapan salah benar, baik/buruk,

normal/tidak normal, misal: ”kamu ini bandel…”, ”kamu harus…”

  • · Tidak mampu mengemukakan kebutuhan
  • · Komunikasi yang tidak sesuai

3). Karakteristik penerima yang berfungsi

  • · Mendengar
  • · Feedback (klarifikasi, menghubungkan dengan pengalaman)
  • · Memvalidasi

4). Penerima yang tidak berfungsi

  • · Tidak bisa mendengar dengan jelas/gagal mendengar
  • · Diskualifikasi, contoh : ”iya dech…..tapi….”
  • · Offensive (menyerang bersifat negatif)
  • · Kurang mengeksplorasi (miskomunikasi)
  • · Kurang memvalidasi

5). Pola komunikasi di dalam keluarga yang berfungsi

  • · Menggunakan emosional : marah, tersinggung, sedih, gembira
  • · Komunikasi terbuka dan jujur
  • · Hirarki kekuatan dan peraturan keluarga
  1. · Konflik keluarga dan penyelesaiannya

6). Pola komunikasi di dalam keluarga yang tidak berfungsi

  • · Fokus pembicaraan hanya pada sesorang (tertentu)
  • · Semua menyetujui (total agreement) tanpa adanya diskusi
  • · Kurang empati
  • · Selalu mengulang isu dan pendapat sendiri
  • · Tidak mampu memfokuskan pada satu isu
  • · Komunikasi tertutup
  • · Bersifat negatif
  • ·Mengembangkan gosip

b. Struktur peran

Peran adalah serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai dengan posisi sosial

yang diberikan. Yang dimaksud dengan posisi atau status adalah posisi individu

dalam masyarakat, misalnya status sebagai istri/suami atau anak.

Perilaku peran

Peranan ayah : pencari nafkah, pelindung dan pemberi rasa aman, kepala

keluarga, sebaagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota

masyarakat dari lingkungannya.

Peranan ibu : mengurus rumah tangga, pengasuh dan pendidik anak-naknya,

pelindung dan sebagai salah satu anggota kelompok dari peranan sosialnya serta

sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, serta bisa berperan sebagai

  1. pencari nafkah tambahan dalam keluarga.

Peranan anak : melaksanakan peranan psiko sosial sesuai dengan tingkat

perkembangannya, baik fisik, mental, sosial dan spiritual

c. Struktur kekuatan

Kekuatan merupakan kemampuan (potensial atau aktual) dari individu untuk

mengendalikan atau mempengaruhi untuk merubah perilaku orang lain ke arah

positif.

Tipe struktur kekuatan:

  • · Legitimate power/authority (hak untuk mengontrol, seperti orang tua terhadap

anak)

  • · Referent power (seseorang yang ditiru)
  • · Resource or expert power (pendapat ahli)
  • · Reward power (pengaruh kekuatan karena adanya harapan yang akan diterima)
  • · Coercive power (pengaruh yang dipaksakan sesuai keinginannya)
  • · Informational power (pengaruh yang dilalui melalui proses persuasi)
  • · Affective power (pengaruh yang diberikan melalui manipulasi dengan cinta kasih

misalnya hubungan seksual)

Hasil dari kekuatan tersebut yang akan mendasari suatu proses dalam

pengambilan keputusan dalam keluarga seperti::

  • · Konsensus
  • · Tawar menawar atau akomodasi
  • · Kompromi atau de facto
  • · Paksaan

d. Nilai-nilai keluarga

Nilai merupakan suatu sistem, sikap dan kepercayaan yang secara sadar atau tidak,

mempersatukan anggota keluarga dalam satu budaya. Nilai keluarga juga

merupakan suatu pedoman perilaku dan pedoman bagi perkembangan norma dan

peraturan. Norma adalah pola perilaku yang baik, menurut masyarakat berdasarkan

sistem nilai dalam keluarga. Budaya adalah kumpulan dari pola perilaku yang

dapat dipelajari, dibagi dan ditularkan dengan tujuan untuk menyelesaikan

masalah.

b. Fungsi Keluarga

Friedman (1992) menggambarkan fungsi sebagai apa yang dilakukan keluarga.

  1. Fungsi keluarga berfokus pada proses yang digunakan oleh keluarga untuk mencapai
  2. langsung. Komunikasi tersebut akan mempermudah menyelesaikan konflik
  3. dan pemecahan masalah.
  4. Fungsi keluarga menurut Friedman (1992) adalah:
  5. e.   · Fungsi afektif dan koping
  6. Keluarga memberikan kenyamanan emosional anggota, membantu anggota dalam
  7. membentuk identitas dan mempertahankan saat terjadi stress.
  8. h.  · Fungsi sosialisasi
  9. Keluarga sebagai guru, menanamkan kepercayaan, nilai, sikap, dan mekanisme
  10. koping, memberikan feedback, dan memberikan petunjuk dalam pemecahan
  11. masalah.
  12. l.    · Fungsi reproduksi
  13. Keluarga melahirkan anak, menumbuh-kembangkan anak dan meneruskan
  14. keturunan.
  15. o.   · Fungsi ekonomi
  16. Keluarga memberikan finansial untuk anggota keluarganya dan kepentingan di
  17. masyarakat
  18. r.   · Fungsi fisik
  19. Keluarga memberikan keamanan, kenyamanan lingkungan yang dibutuhkan untuk
  20. pertumbuhan, perkembangan dan istirahat termasuk untuk penyembuhan dari sakit.
  21. Sedangkan Fungsi keluarga menurut BKKBN (1992) antara lain:
  22. · Fungsi keagamaan : memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga
  23. yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk
  24. menanamkan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada
  25. kehidupan lain setelah di dunia ini.

dan merasa aman

  • · Fungsi reproduksi : meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak,

memelihara dan merawat anggota keluarga

  • · Fungsi sosialisasi dan pendidikan : mendidik anak sesuai dengan tingkat

perkembangannya, menyekolahkan anak, bagaimana keluarga mempersiapkan

anak menjadi anggota masyarakat yang baik

  • · Fungsi ekonomi : mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan

keluarga, pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi

kebutuhan keluarga, menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa

datang

  • · Fungsi pembinaan lingkungan

D. Tahap Perkembangan Keluarga

Mc Goldrick dan Carter (1985) mengembangkan model tahap kehidupan

keluarga yang didasari oleh ekspansi, kontraksi, dan penyusunan kembali

(realigment) dari hubungan keluarga yang memberikan support terhadap masuk,

keluar dan perkembangan anggota keluarga. Model ini diberikan dengan

menggunakan aspek emosional, transisi, perubahan dan tugas yang diperlukan

untuk perkembangan keluarga.

  1. Tahap lingkaran kehidupan keluarga

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s